
Tips Efektif Mengubah Kebiasaan Begadang
Monika Pandey – Begadang hingga larut malam adalah kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan, baik fisik maupun mental secara keseluruhan. Meski begitu, bagi sebagian orang yang sudah terbiasa tidur larut, tidur lebih awal bisa menjadi hal yang sangat sulit, bahkan terasa mustahil. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Sleep Medicine menemukan metode yang efektif untuk mengubah kebiasaan begadang hanya dalam hitungan minggu.
Penelitian ini melibatkan 22 partisipan yang memiliki kebiasaan tidur sangat malam. Mereka rata-rata tidur pukul 02.30 dini hari, dan bangun sekitar pukul 10.15 pagi.
“Baca Juga: Papilloma Oral, Infeksi Virus Papilloma di Rongga Mulut”
“Memiliki pola tidur yang terlambat dapat menyebabkan berbagai dampak negatif. Mulai dari rasa kantuk berlebihan di siang hari hingga memburuknya kesejahteraan mental. Kami ingin mengetahui apakah ada langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi masalah ini,” ujar Andrew Bagshaw, peneliti dari University of Birmingham.
Selama tiga minggu, para partisipan diminta melakukan beberapa perubahan pola hidup, antara lain:
Hasilnya menunjukkan adanya perubahan signifikan. Para partisipan mengalami peningkatan kualitas tidur, kinerja kognitif dan fisik di pagi hari, serta kesejahteraan mental yang lebih baik.
“Yang paling menarik, hasil ini juga berkaitan dengan peningkatan rasa bahagia dan berkurangnya rasa kantuk di siang hari. Ini adalah temuan yang sangat positif bagi para peserta,” jelas Bagshaw.
Anda juga bisa mencoba menerapkan metode ini di rumah. Mulailah tidur lebih awal dua hingga tiga jam setiap malam, dapatkan cukup sinar matahari pagi, segera sarapan, makan siang secara konsisten, dan hindari makan malam lewat dari pukul 7 malam. Jika dilakukan secara rutin selama tiga minggu, kebiasaan begadang bisa perlahan menghilang dan digantikan dengan pola tidur yang lebih sehat.
“Simak Juga: Miss Glam USU Store Resmi Dibuka oleh Airin Waas”
Monika Pandey - Menggunakan obat tanpa memperhatikan dosis dapat memicu efek samping berbahaya, terutama pada pasien dengan kondisi kronis. Data…
Monika Pandey - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa diet bergizi dapat meningkatkan tingkat penyembuhan pasien hingga 23% dibandingkan diet standar, menegaskan…
Monika Pandey - Penurunan penggunaan narkoba di kalangan remaja mencapai 12% pada 2023, menurut Badan Narkotika Nasional, setelah program gaya…
Monika Pandey - Data Kemenkes 2023 mencatat 32% kasus keracunan obat di Indonesia berasal dari kesalahan dosis konsumsi mandiri tanpa…
Monika Pandey - Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan telemedicine di Indonesia telah melonjak lebih dari…
Monika Pandey - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi obat jangka panjang…
This website uses cookies.