Categories: InformasiLifestyle

Minum Air Rebusan Ulang, Aman atau Berisiko? Ini Jawabannya

Monika Pandey – Air rebusan ulang sering kali menimbulkan pertanyaan: apakah aman bagi kesehatan, terutama jika dipanaskan menggunakan ketel listrik? Meskipun proses merebus dikenal efektif untuk mensterilkan air, sebagian orang khawatir bahwa air rebusan ulang dapat meningkatkan kadar zat berbahaya seperti logam berat, nitrat, atau fluorida. Tapi, apakah klaim ini benar?

Merebus Ulang Air Tidak Berbahaya Jika Sumbernya Aman

Menurut Profesor Faisal Hai, Kepala Sekolah Teknik Sipil, Pertambangan, Lingkungan, dan Arsitektur di University of Wollongong, klaim tentang bahaya air yang direbus ulang tidak berdasar secara ilmiah.

“Selama air yang digunakan masih sesuai dengan pedoman air minum, Anda tidak bisa benar-benar meningkatkan kadar zat berbahaya hanya dengan perebusan ulang di ketel,” jelas Faisal, dikutip dari The Conversation (19/7/2025).

“Simak Juga: Siapa yang Sering Digigit Nyamuk? Ini Faktornya”

Ia memberi contoh kualitas air keran dari wilayah Illawarra, Australia, yang menurut data publik awal 2025, memiliki kandungan mineral dan logam berat yang sangat rendah dan aman dikonsumsi.

Bagaimana Zat dalam Air Bereaksi Saat Dimasak?

Selama proses perebusan, air memang menguap, tetapi senyawa anorganik seperti garam dan logam tetap tertinggal. Ini bisa membuat konsentrasinya sedikit meningkat, tetapi tidak sampai ke tingkat yang membahayakan tubuh.

Sebagai ilustrasi, air dengan kandungan fluorida 1 mg/liter yang direbus dua kali, hanya menunjukkan perbedaan sangat kecil antara cangkir pertama dan kedua (0,20 mg vs 0,23 mg). Untuk logam seperti timbal, peningkatan ke kadar berbahaya hanya bisa terjadi jika 20 liter air direbus hingga tersisa satu cangkir. Ini adalah hal yang nyaris mustahil, apalagi dengan ketel listrik modern yang otomatis mati saat mendidih.

Apakah Rasa Air Bisa Berubah?

Faisal menambahkan bahwa meskipun rasa air bisa sedikit berubah akibat penguapan oksigen terlarut atau perubahan ringan dalam kadar mineral. Hal ini lebih bersifat subjektif dan tergantung pada kualitas air di masing-masing wilayah.

Rebusan Ulang Air Tetap Aman

Selama Anda menggunakan air dari sumber yang aman dan sesuai standar air minum, air tersebut tetap layak konsumsi. Merebusnya lebih dari sekali tidak akan menimbulkan risiko kesehatan. Ketakutan akan penumpukan zat berbahaya seperti arsenik atau nitrat tidak terbukti secara ilmiah dalam kondisi normal.

Tidak perlu membuang air dari ketel listrik setiap kali ingin menyeduh teh atau kopi. Yang terpenting adalah memastikan kualitas air sejak awal.

“Baca Juga: FK USU dan Dompet Dhuafa Waspada Siap Perkuat Kolaborasi Sosial dan Kesehatan”

Recent Posts

Salah Kaprah Waktu Minum Vitamin: Aturan Waktu Konsumsi Suplemen Obat yang Jarang Dijelaskan Dokter

Monika Pandey - Studi klinis dari Johns Hopkins Medicine pada 2023 mengungkap fakta mengejutkan: efektivitas absorpsi suplemen dapat turun hingga…

5 days ago

Di Balik Etiket Obat: Mengapa Standar Dosis Obat yang Aman Sering Menyesatkan

Monika Pandey - Laporan WHO tahun 2022 menyebutkan salah satu medis menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahun secara global, dengan…

2 weeks ago

Efektivitas Pengobatan Meningkat Drastis Berkat Sinergi Obat dan Alat Medis

Monika Pandey - Studi global yang dirilis oleh Deloitte pada 2023 mengungkap fakta mengejutkan bahwa integrasi terapi farmakologi dengan alat…

2 weeks ago

Panduan Memilih Obat-obatan: Memahami Interaksi Obat, Dosis, dan Cara Kerja Medis

Monika Pandey - Di Indonesia, 1 dari 5 pasien mengalami interaksi obat berpotensi berbahaya akibat kurangnya pemahaman dalam penggunaan obat-obatan.…

3 weeks ago

Kombinasi Nutrisi Makanan Sehat dan Obat-obatan Presisi untuk Percepatan Pemulihan Tubuh

Monika Pandey - Sebuah studi dari Journal of Clinical Nutrition (2023) menemukan bahwa pasien yang menjalani kombinasi nutrisi terapeutik bersama…

1 month ago

Menerapkan Gaya Hidup Aktif untuk Mengurangi Ketergantungan Pada Obat-obatan

Monika Pandey - Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet (2023) menemukan fakta yang seharusnya mengguncang industri farmasi global:…

1 month ago
Zona IDNGGsekumpul faktaradar puncakinfo traffic idscarlotharlot1buycelebrexonlinebebimichaville bloghaberedhaveseatwill travelinspa kyotorippin kittentheblackmore groupthornville churchgarage doors and partsglobal health wiremclub worldshahid onlinestfrancis lucknowsustainability pioneersjohnhawk insunratedleegay lordamerican partysckhaleej timesjobsmidwest garagebuildersrobert draws5bloggerassistive technology partnerschamberlains of londonclubdelisameet muscatinenetprotozovisit marktwainlakebroomcorn johnnyscolor adoactioneobdtoolgrb projectimmovestingelvallegritalight housedenvermonika pandeypersonal cloudsscreemothe berkshiremallhorror yearbooksimpplertxcovidtestpafi kabupaten riauabcd eldescansogardamediaradio senda1680rumah jualindependent reportsultana royaldiyes internationalpasmarquekudakyividn play365nyatanyata faktatechby androidwxhbfmabgxmoron cafepitch warsgang flowkduntop tensthingsplay sourceinfolestanze cafearcadiadailyresilienceapacdiesel specialistsngocstipcasal delravalfast creasiteupstart crowthecomedyelmsleepjoshshearmedia970panas mediacapital personalcherry gamespilates pilacharleston marketreportdigiturk bulgariaorlando mayor2023daiphatthanh vietnamentertain oramakent academymiangotwilight moviepipemediaa7frmuurahaisetaffordablespace flightvilanobandheathledger centralkpopstarz smashingsalonliterario libroamericasolidly statedportugal protocoloorah saddiqimusshalfordvetworkthefree lancedeskapogee mgink bloommikay lacampinosgotham medicine34lowseoulyaboogiewoogie cafelewisoftmccuskercopuertoricohead linenewscentrum digitalasiasindonewsbolanewsdapurumamiindozonejakarta kerasjurnal mistispodhubgila promoseputar otomotifoxligaidnggidnppidnggarenaoxligawbototoiaspweb designvr