Categories: Informasi

Keterlambatan Erupsi Gigi pada Penyakit Celiac

Monika Pandey – Penyakit celiac adalah gangguan autoimun yang muncul akibat reaksi tubuh terhadap gluten, yaitu protein pada gandum, barley, dan rye. Pada penderita celiac, sistem imun merusak lapisan usus halus ketika terpapar gluten, sehingga penyerapan nutrisi terganggu. Kekurangan nutrisi inilah yang kemudian berdampak pada berbagai organ tubuh, termasuk rongga mulut dan perkembangan gigi.

Hubungan Celiac dengan Erupsi Gigi

Salah satu manifestasi rongga mulut pada penderita celiac adalah keterlambatan erupsi gigi. Proses erupsi gigi dipengaruhi oleh faktor genetik, hormonal, dan nutrisi. Pada pasien celiac yang tidak terdiagnosis atau tidak menghindari gluten, penyerapan zat gizi penting seperti kalsium, vitamin D, fosfor, dan zat besi menjadi terganggu. Akibatnya, pertumbuhan tulang rahang dan perkembangan gigi terhambat, sehingga gigi terlambat muncul dibandingkan anak seusianya.

“Baca Juga: IDAI Tegaskan, Vaksin MR (Campak Rubella) Tidak Menyebabkan Autisme”

Tanda-Tanda yang Bisa Diperhatikan

Keterlambatan erupsi gigi pada pasien celiac biasanya disertai tanda-tanda lain di rongga mulut, seperti:

  • Hipoplasia email atau defek pada lapisan gigi.
  • Diskolorasi gigi berupa bintik putih atau kecokelatan.
  • Stomatitis aftosa berulang (sariawan yang sering kambuh).
  • Atrofi papila lidah yang membuat lidah tampak licin atau merah.

Kombinasi gejala ini bisa menjadi petunjuk awal bagi dokter gigi untuk mempertimbangkan kemungkinan penyakit celiac. Ini terutama jika disertai riwayat gangguan saluran cerna.

Dampak pada Pertumbuhan Anak

Keterlambatan erupsi gigi bukan hanya masalah estetika, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi kunyah, perkembangan bicara, dan kesehatan gusi. Anak dengan celiac yang tidak terkontrol sering mengalami pertumbuhan fisik yang terhambat, sehingga keterlambatan gigi hanyalah salah satu dari sekian banyak dampak yang muncul.

Pentingnya Deteksi Dini

Dokter gigi berperan penting dalam mendeteksi dini tanda-tanda celiac melalui pemeriksaan rongga mulut. Bila ditemukan keterlambatan erupsi gigi yang tidak wajar, terutama disertai keluhan sariawan berulang atau defek email, pasien perlu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosis celiac yang tepat dapat membantu anak segera menjalani diet bebas gluten, sehingga proses pertumbuhan dan kesehatan gigi dapat kembali optimal.

Keterlambatan erupsi gigi dapat menjadi salah satu tanda klinis penyakit celiac pada anak. Gangguan penyerapan nutrisi akibat celiac berperan besar dalam terhambatnya pertumbuhan gigi dan tulang rahang. Oleh karena itu, kolaborasi antara dokter gigi, dokter anak, dan ahli gizi sangat penting untuk memberikan penanganan komprehensif, sehingga anak dapat tumbuh sehat tanpa hambatan perkembangan gigi.

“Simak Juga: Tiwah, Ritual Sakral Dayak Ngaju untuk Mengantar Arwah Leluhur”

Recent Posts

Di Balik Pil Peningkat Stamina: Mengapa Penggunaan Obat yang Bijak Menentukan Kesehatan Jangka Panjang

Monika Pandey - Data terbaru Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 mengungkap fakta mengejutkan bahwa sekitar 76% masyarakat Indonesia masih mengonsumsi…

3 days ago

Bahaya Silent Danger: Kesalahan Fatal Dosis dan Indikasi Obat yang Sering Diabaikan

Monika Pandey - Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024 menunjukkan setengah dari seluruh pasien global gagal mengonsumsi…

1 week ago

Revolusi Kepatuhan Pasien: Menggabungkan Inovasi Alat dengan Obat Medis Terstandar

Monika Pandey - Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2023 menyebutkan tingkat kepatuhan pengobatan kronis di negara berkembang hanya berkisar 50%.…

2 weeks ago

Jangan Asal Telan: Fakta Di Balik Klasifikasi Obat yang Sering Disepelekan

Monika Pandey - Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan setengah dari semua obat diresepkan atau dijual secara tidak…

3 weeks ago

Bahaya Diam-diam Makanan Penyerap Obat yang Jarang Disadari Pasien

Monika Pandey - Data klinis terbaru menunjukkan angka yang mengejutkan: sekitar 20 persen kegagalan terapi antibiotik pada pasien rawat jalan…

4 weeks ago

Salah Kaprah Waktu Minum Vitamin: Aturan Waktu Konsumsi Suplemen Obat yang Jarang Dijelaskan Dokter

Monika Pandey - Studi klinis dari Johns Hopkins Medicine pada 2023 mengungkap fakta mengejutkan: efektivitas absorpsi suplemen dapat turun hingga…

1 month ago