
Hati-Hati! Selain Kopi, 5 Makanan Ini Justru Bikin Stres Semakin Parah
Monika Pandey – Stres semakin parah bisa dipicu oleh makanan yang dikonsumsi, karena selain sebagai sumber energi, makanan memengaruhi emosi seseorang. Beberapa jenis makanan memang mampu meningkatkan semangat, namun ada pula yang justru memperburuk emosi negatif seperti kemarahan dan kecemasan. Mengonsumsi makanan tertentu dapat memperkuat respons emosional dan menghambat kemampuan tubuh untuk kembali tenang.
Menurut Archana Singhal, konselor sekaligus terapis keluarga serta anggota Dewan Konselor India dan WICCI NPWC, penting bagi kita untuk lebih berhati-hati memilih makanan ketika sedang emosional. Salah memilih asupan bisa membuat stres semakin parah.
Brownies, donat, es krim, permen, dan milkshake memang menggoda. Namun, makanan tinggi gula sebaiknya dihindari saat marah. Lonjakan kadar gula darah yang cepat akan diikuti penurunan drastis, memicu rasa lemas, perubahan mood, hingga mudah tersulut emosi. Konsumsi gula berlebihan juga berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang.
“Baca Juga: Pemprov Jateng Setop Sementara MBG Usai 196 Anak Keracunan di Sragen”
Sensasi pedas memang nikmat, tetapi saat sedang emosi justru bisa menjadi pemicu masalah. Makanan pedas meningkatkan suhu tubuh sementara dan memicu reaksi mirip “fight or flight”. Bagi sebagian orang, kondisi ini memperburuk stres dan kemarahan. Selain itu, makanan pedas juga kerap menimbulkan gangguan pencernaan yang menambah rasa tidak nyaman.
Makanan olahan serta fast food kaya lemak tidak sehat, zat aditif, dan pengawet. Kandungan ini dapat memicu peradangan dalam tubuh serta mengganggu keseimbangan neurotransmitter di otak. Akibatnya, suasana hati mudah terganggu, tubuh terasa lesu, dan energi menurun, semua ini memperbesar risiko emosi yang tidak stabil.
Kafein dalam kopi, teh hitam, minuman berenergi, maupun soda dapat merangsang sistem saraf secara berlebihan. Efeknya membuat tubuh lebih gelisah, sulit tidur, hingga mudah tersinggung. Alih-alih menenangkan, kafein justru memperparah rasa cemas dan mengacaukan kestabilan emosi.
Sebagian orang melampiaskan stres dengan alkohol. Sayangnya, minuman ini bersifat depresan yang menurunkan kontrol diri, mengaburkan pikiran jernih, dan memperkuat emosi negatif. Konsumsi alkohol juga mengganggu kualitas tidur serta membuat seseorang semakin sulit mengelola amarah.
Ketika sedang marah atau stres, mengendalikan emosi tidak cukup hanya dengan pikiran, tetapi juga perlu memperhatikan apa yang kita konsumsi. Menghindari lima jenis makanan dan minuman di atas dapat membantu menjaga kestabilan suasana hati serta mendukung tubuh tetap seimbang.
“Simak Juga: Kenaikan PBB Cirebon Capai 1000 Persen, Warga Kaget Terima Tagihan Rp65 Juta”
Monika Pandey - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi obat jangka panjang…
Monika Pandey, Jakarta - Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa 50 persen kegagalan terapi obat bukan disebabkan oleh kualitas obat itu sendiri,…
Monika Pandey - Data terbaru Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 mengungkap fakta mengejutkan bahwa sekitar 76% masyarakat Indonesia masih mengonsumsi…
Monika Pandey - Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024 menunjukkan setengah dari seluruh pasien global gagal mengonsumsi…
Monika Pandey - Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2023 menyebutkan tingkat kepatuhan pengobatan kronis di negara berkembang hanya berkisar 50%.…
Monika Pandey - Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan setengah dari semua obat diresepkan atau dijual secara tidak…
This website uses cookies.