
Demam Berdarah Tidak Sama dengan Demam Biasa, Waspadalah!
Monika Pandey – Demam tinggi mendadak yang disebabkan virus dengue bisa berkembang menjadi demam berdarah dengue (DBD) yang serius dan berbahaya. Ironisnya, fase paling kritis dari demam berdarah terjadi saat demam mulai turun, bukan saat suhu tubuh mencapai puncak. Dr. I Made Susila Utama, SpPD-KPTI dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, menjelaskan bahwa pada hari ke-4 hingga ke-6, pasien yang tampak mulai membaik sebenarnya berada pada risiko tinggi mengalami syok dan perdarahan. Virus dengue sendiri dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan dapat menyerang siapa saja dengan gejala yang beragam, dari demam ringan hingga kerusakan organ vital.
Infeksi dengue memiliki berbagai bentuk, berikut beberapa yang perlu dikenali:
Bentuk paling ringan yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri otot, dan sakit kepala tanpa kebocoran plasma atau syok. Biasanya sembuh sendiri tanpa perlu rawat inap.
“Baca Juga: Kaitan Periodontitis dan Jantung, Ancaman dari Mulut ke Jantung”
Ditandai dengan penurunan trombosit, kebocoran plasma, dan perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau muntah darah. Perdarahan dari mukosa lebih berbahaya daripada bintik merah di kulit.
Tahap paling parah dengan syok akibat cairan bocor dari pembuluh darah. Gejalanya termasuk tekanan darah rendah, nadi tak teraba, dan penurunan kesadaran. Ini adalah keadaan darurat medis.
Bentuk langka di mana virus menyerang organ seperti otak, jantung, hati, atau ginjal. Risiko komplikasi sangat tinggi dan harus diwaspadai.
Dr. Made menjelaskan tiga fase utama DBD yang penting diketahui:
Terjadi dalam 1-3 hari pertama dengan demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan mual. Pasien harus dipantau meski belum dalam kondisi kritis.
Muncul saat demam mulai turun. Pada fase ini terjadi kebocoran plasma yang dapat menyebabkan penumpukan cairan di rongga tubuh dan risiko syok meningkat. Trombosit turun drastis dan perdarahan bisa terjadi.
Jika melewati fase kritis, cairan kembali ke dalam sistem sirkulasi. Muncul ruam atau bintik merah sebagai tanda penyembuhan, bukan kondisi gawat.
Demam berdarah bukan penyakit biasa. Gejalanya dapat berubah dari ringan menjadi kondisi darurat dalam hitungan hari. Mengenali jenis dan fase demam berdarah secara tepat sangat penting agar tindakan cepat dapat diambil untuk mencegah komplikasi serius seperti syok dan kerusakan organ vital. Jika muncul tanda-tanda perdarahan atau perubahan kondisi, segera cari pertolongan medis.
“Simak Juga: Amerika Serikat Serang Tiga Situs Nuklir Iran, Dunia Bereaksi”
Monika Pandey - Studi klinis dari Johns Hopkins Medicine pada 2023 mengungkap fakta mengejutkan: efektivitas absorpsi suplemen dapat turun hingga…
Monika Pandey - Laporan WHO tahun 2022 menyebutkan salah satu medis menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahun secara global, dengan…
Monika Pandey - Studi global yang dirilis oleh Deloitte pada 2023 mengungkap fakta mengejutkan bahwa integrasi terapi farmakologi dengan alat…
Monika Pandey - Di Indonesia, 1 dari 5 pasien mengalami interaksi obat berpotensi berbahaya akibat kurangnya pemahaman dalam penggunaan obat-obatan.…
Monika Pandey - Sebuah studi dari Journal of Clinical Nutrition (2023) menemukan bahwa pasien yang menjalani kombinasi nutrisi terapeutik bersama…
Monika Pandey - Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet (2023) menemukan fakta yang seharusnya mengguncang industri farmasi global:…
This website uses cookies.