
Monika Pandey – Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) adalah jenis obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri, peradangan, dan demam. NSAID banyak dijual bebas maupun dengan resep dokter, seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen. Meskipun efektif, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan efek samping serius, salah satunya adalah kerusakan pada ginjal.
NSAID bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase (COX), yang bertanggung jawab untuk produksi prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa yang terlibat dalam proses inflamasi, nyeri, dan demam. Namun, prostaglandin juga memiliki peran penting dalam menjaga aliran darah ke ginjal. Dengan menghambat produksi prostaglandin, dapat mengurangi fungsi perlindungan ini, sehingga meningkatkan risiko gangguan ginjal.
“Baca Juga: Depresi, Faktor Pemicu dan Cara Penanganannya”
Prostaglandin membantu melebarkan pembuluh darah di ginjal, memastikan aliran darah tetap optimal. Ketika prostaglandin terhambat oleh NSAID, pembuluh darah menyempit, yang dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal.
Penggunaan NSAID jangka pendek dalam dosis tinggi dapat menyebabkan cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury, AKI). Gejalanya meliputi penurunan volume urin, pembengkakan, dan peningkatan kadar kreatinin dalam darah.
Penggunaan jangka panjang, terutama pada pasien dengan faktor risiko seperti diabetes atau hipertensi, dapat mempercepat perkembangan penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease, CKD).
NSAID dapat menyebabkan kerusakan pada papila ginjal, struktur penting yang membantu memindahkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Kondisi ini dapat memperburuk fungsi ginjal secara permanen.
Beberapa kelompok lebih rentan terhadap dampak negatif yang timbul pada ginjal, termasuk:
1. Pasien dengan riwayat penyakit ginjal.
2. Orang lanjut usia.
3. Penderita diabetes atau hipertensi.
4. Pasien dengan dehidrasi atau kondisi yang mengurangi aliran darah ke ginjal.
1. Ikuti Dosis yang Dianjurkan: Jangan melebihi dosis atau durasi penggunaan yang disarankan oleh dokter atau label obat.
2. Konsultasikan dengan Dokter: Jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal atau faktor risiko lain, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter.
3. Hindari Dehidrasi: Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, terutama saat mengonsumsi NSAID, untuk membantu melindungi ginjal.
4. Gunakan Alternatif jika Perlu: Dalam beberapa kasus, obat lain seperti acetaminophen dapat digunakan sebagai alternatif yang lebih aman untuk ginjal.
“Simak Juga: Penderita Disabilitas, Meraih Mimpi Tanpa Batas”
Monika Pandey - Penurunan penggunaan narkoba di kalangan remaja mencapai 12% pada 2023, menurut Badan Narkotika Nasional, setelah program gaya…
Monika Pandey - Data Kemenkes 2023 mencatat 32% kasus keracunan obat di Indonesia berasal dari kesalahan dosis konsumsi mandiri tanpa…
Monika Pandey - Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan telemedicine di Indonesia telah melonjak lebih dari…
Monika Pandey - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi obat jangka panjang…
Monika Pandey, Jakarta - Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa 50 persen kegagalan terapi obat bukan disebabkan oleh kualitas obat itu sendiri,…
Monika Pandey - Data terbaru Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 mengungkap fakta mengejutkan bahwa sekitar 76% masyarakat Indonesia masih mengonsumsi…
This website uses cookies.