
Manfaat Singkong: Murah, Bergizi, Tapi Perlu Diolah dengan Benar
Monika Pandey – Manfaat singkong bagi kesehatan menjadikannya lebih dari sekadar makanan tradisional yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Digoreng, direbus, atau diolah menjadi tape, singkong telah lama menjadi bagian dari kuliner nusantara. Namun, di balik rasanya yang lezat dan sifatnya yang mengenyangkan, singkong juga menyimpan berbagai nutrisi penting yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Singkong mengandung sejumlah nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam satu cangkir (103 gram) singkong mentah, terkandung:
“Baca Juga: Manfaat dan Fakta Menarik Tentang Air Hidrogen”
Setelah dimasak, kandungan kalori dan karbohidrat meningkat. Dalam 160 gram singkong matang terdapat:
Singkong juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin A, magnesium, zat besi, dan selenium.
Meski bergizi, singkong mentah mengandung senyawa sianida alami yang beracun, terutama pada varietas pahit. Jika tidak diolah dengan benar, konsumsi singkong mentah bisa menyebabkan mual, muntah, kerusakan saraf, bahkan kelumpuhan dan kematian dalam kasus ekstrem.
Gejala Keracunan Singkong Mentah:
Agar aman dikonsumsi, singkong perlu diolah dengan cara berikut:
Dengan pengolahan yang tepat, singkong bisa menjadi sumber pangan yang aman, bergizi, dan bermanfaat bagi kesehatan.
“Simak Juga: Laksa, Makanan Tradisional Singapura yang Disukai Banyak Orang”
Monika Pandey - Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan telemedicine di Indonesia telah melonjak lebih dari…
Monika Pandey - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi obat jangka panjang…
Monika Pandey, Jakarta - Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa 50 persen kegagalan terapi obat bukan disebabkan oleh kualitas obat itu sendiri,…
Monika Pandey - Data terbaru Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 mengungkap fakta mengejutkan bahwa sekitar 76% masyarakat Indonesia masih mengonsumsi…
Monika Pandey - Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024 menunjukkan setengah dari seluruh pasien global gagal mengonsumsi…
Monika Pandey - Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2023 menyebutkan tingkat kepatuhan pengobatan kronis di negara berkembang hanya berkisar 50%.…
This website uses cookies.